Day 8 adalah hari terakhir kami di San Diego. Sore ini jam 6 menggunakan American Airlines kami mesti balik ke LA dan langsung lanjut ke Taipei dan Jakarta. Tidak semangat rasanya, karena masih banyak tempat yang ingin kami kunjungi di San Diego ini. Kami sangat terkesan dengan kota dan suasananya.
Setelah bangun tidur dan sarapan “cukup” kami langsung check out dan menitipkan tas2 kami di resepsionis Motel 6 dan janjian untuk mengambil tas jam 3 sore trus langsung cabut ke bandara. Setelah itu saya ke Horton Plaza lagi setelah mengingat-ingat semalam dan menghitung2 dollar yang tersisa di tangan, kami ternyata perlu membelikan beberapa oleh2 untuk keponakan2 dan orang2 dekat saya.
Tanpa terasa ternyata acara belanja pagi hari itu cukup menyita waktu. Serasa sebentar, tapi perut sudah keroncongan minta diisi makan siang. Setelah makan siang kami berjalan menuju hotel sambil berputar2 di down town San Diego itu. Kami mengambil beberapa foto di lokasi2 yang bisa menjadi kenangan perjalanan kami. Tidak banyak, tapi menghabiskan waktu hampir 2 jam
Jam 3 tepat kami sudah sampai di hotel dan langsung mengambil tas, minta tolong dipesankan taksi terus langsung cabut ke bandara deh. Sepanjang perjalanan ke bandara, kami baru sadar ternyata kami belum nongkrong di harbour (duh ..). Harbor dilewati oleh taksi kami menuju Airport San Diego dan terlihat sangat menarik. Tiang2 layar kapal yang menjulang, Yacht, Kapal Pesiar dan pantulan matahari di laut… damn, gimana kami bisa lupa yah?!
Sampai Airport, duit kami sudah “habis”. Di kantong saya hanya ada 28 dollar saja. Sementara Anvid katanya sudah tidak ada uang sama sekali (setelah dipakai bayar taksi). Kalau koin, saya ada buuaaanyaaak.. sekali. Kami sering kesulitan mencari koin yang kami butuhkan sehingga kalau ada koin, saya simpan saja daripada saya pakai (yang paling sering saya pakai koin pecahan 25 cent alias “a quater dollar” – begitu tertulis di uangnya). Mudah2an tidak ada bayar2 lagi di Airport
Ternyata, untuk ambil troli tas (kami kesulitan membawa tas2 besar kami, jadi perlu troli) kami perlu memasukkan uang sebesar 3 dolar ke mesin otomatis untuk per satu troli. Sampai di dalam ruang checkin, kami melihat pengumuman kelebihan bagasi ternyata juga akan dicharge.. dan itu tidak kami perkirakan sebelumnya
Cemas juga sih, karena bagasi kami bisa dikatakan sangat besar dan banyak. Sebenarnya kami masih ada kartu kredit atau ATM, tapi tidak tahu apa di sana bisa bayar pakai kartu kredit/atm. Ternyata (yang sebenarnya total bagasi kami memang overload) kami tidak dicharge.. he he he.
Setelah mendapatkan boarding pass, kami tidak langsung ke boarding room karena jadwal boarding masih jam 6 sore lebih sedikit (lupa tepatnya). Saat itu masih jam 4:30 an sore. Kami akhirnya keluar bandara jalan2 (benar2 jalan kaki) ke harbor terdekat untuk sekedar menikmati suasana sore dan mengambil beberapa foto di sana.
Di harbor kami bertemu seorang pria bule yang sangat akrab dan suka ngobrol. Banyak hal yang kami obrolin. Saya tanya ngapain dia di sini sendiri? melihat laut? Ternyata dia sedang menunggu “prelight” (maaf kalau salah ejaan, karena saya mendengarnya sekilas saja tanpa tanya ejaannya
). Sore itu sekitar jam 6, ketika sudah mulai gelap, hotel2 dan kapal2 yang ada di sana akan menyalakan lampu secara bersamaan dan serentak. Kadang2 juga ada fireworknya. Indah sekali katanya. Sayang sekali, jam 6 kami sudah harus di bandara karena kami harus boarding ke pesawat yang akan membawa kami ke LA.
Ketika kami nongkrong di sana, beberapa kali kami juga melihat anjing laut yang nongol bareng anaknya. Di sini karena tidak diganggu oleh manusia2 iseng, mereka enjoy aja bermain di permukaan. Kata teman kami itu, biasanya mereka sangat agresif dan suka muncul sore hari di sekitar situ. Saya Anvid tidak membawa lensa fokusnya sehingga kami tidak bisa memotretnya.
Kemudian ada orang datang menghampiri kami dari tengah laut. Dia menggunakan perahu dayung dan membawa sepeda pancal di perahunya. Rupanya teman kami mengenal dia. Kami menyapa sekedarnya dan melanjutkan mengambil beberapa foto. Orang itu ternyata baru saja dari downtown untuk mencari makan sore
Menyenangkan juga membayangkan naik sepeda dari rumah nya ke pantai sini, kemudian membawa sepedanya dengan perahu dayung ke downtown yang lebih dekat bila lewat pantai dan kemudian naik sepeda lagi menuju restoran kesukaan di downtown sana sambil menikmati sore.
Jam 5:45 kami bergegas kembali ke bandara San Diego dan langsung ngantri di Boarding Room (setelah melewati pemeriksaan yang sama ketatnya seperti sebelumnya – melepas sepatu, dll) dan kami pun langsung terbang ke LAX (Bandara Internasional Los Angeles) untuk kembali ke Jakarta dan saya pun segera tertidur di pesawat (capek banget sih). See u San Diego. I will miss you
.
Sebagian besar foto2 perjalanan ke San Diego ini saya ambil dari koleksi hasil jepretan Anvid Erdian. Dia belum punya album dan contact online yang available untuk keperluan ini, jd kalau ingin menggunakannya, silahkan email ke saya untuk saya teruskan ke dia. Thanks to Anvid untuk jepretannya yang bagus-bagus.



























Comments