Archive for the Category ◊ US Trips ◊

20 Dec 2008 Trip to USA: San Diego – Day 8

Day 8 adalah hari terakhir kami di San Diego. Sore ini jam 6 menggunakan American Airlines kami mesti balik ke LA dan langsung lanjut ke Taipei dan Jakarta. Tidak semangat rasanya, karena masih banyak tempat yang ingin kami kunjungi di San Diego ini. Kami sangat terkesan dengan kota dan suasananya.

Setelah bangun tidur dan sarapan “cukup” kami langsung check out dan menitipkan tas2 kami di resepsionis Motel 6 dan janjian untuk mengambil tas jam 3 sore trus langsung cabut ke bandara. Setelah itu saya ke Horton Plaza lagi setelah mengingat-ingat semalam dan menghitung2 dollar yang tersisa di tangan, kami  ternyata perlu membelikan beberapa oleh2 untuk keponakan2 dan orang2 dekat saya.

Tanpa terasa ternyata acara belanja pagi hari itu cukup menyita waktu. Serasa sebentar, tapi perut sudah keroncongan minta diisi makan siang. Setelah makan siang kami berjalan menuju hotel sambil berputar2 di down town San Diego itu. Kami mengambil beberapa foto di lokasi2 yang bisa menjadi kenangan perjalanan kami. Tidak banyak, tapi menghabiskan waktu hampir 2 jam :)

Jam 3 tepat kami sudah sampai di hotel dan langsung mengambil tas, minta tolong dipesankan taksi terus langsung cabut ke bandara deh. Sepanjang perjalanan ke bandara, kami baru sadar ternyata kami belum nongkrong di harbour (duh ..). Harbor dilewati oleh taksi kami menuju Airport San Diego dan terlihat sangat menarik. Tiang2 layar kapal yang menjulang, Yacht, Kapal Pesiar dan pantulan matahari di laut… damn, gimana kami bisa lupa yah?!

Sampai Airport, duit kami sudah “habis”. Di kantong saya hanya ada 28 dollar saja. Sementara Anvid katanya sudah tidak ada uang sama sekali (setelah dipakai bayar taksi). Kalau koin, saya ada buuaaanyaaak.. sekali. Kami sering kesulitan mencari koin yang kami butuhkan sehingga kalau ada koin, saya simpan saja daripada saya pakai (yang paling sering saya pakai koin pecahan 25 cent alias “a quater dollar” – begitu tertulis di uangnya). Mudah2an tidak ada bayar2 lagi di Airport :)

Ternyata, untuk ambil troli tas (kami kesulitan membawa tas2 besar kami, jadi perlu troli) kami perlu memasukkan uang sebesar 3 dolar ke mesin otomatis untuk per satu troli. Sampai di dalam ruang checkin, kami melihat pengumuman kelebihan bagasi ternyata juga akan dicharge.. dan itu tidak kami perkirakan sebelumnya :) Cemas juga sih, karena bagasi kami bisa dikatakan sangat besar dan banyak. Sebenarnya kami masih ada kartu kredit atau ATM, tapi tidak tahu apa di sana bisa bayar pakai kartu kredit/atm. Ternyata (yang sebenarnya total bagasi kami memang overload) kami tidak dicharge.. he he he.

Setelah mendapatkan boarding pass, kami tidak langsung ke boarding room karena jadwal boarding masih jam 6 sore lebih sedikit (lupa tepatnya). Saat itu masih jam 4:30 an sore. Kami akhirnya keluar bandara jalan2 (benar2 jalan kaki) ke harbor terdekat untuk sekedar menikmati suasana sore dan mengambil beberapa foto di sana.

Di harbor kami bertemu seorang pria bule yang sangat akrab dan suka ngobrol. Banyak hal yang kami obrolin. Saya tanya ngapain dia di sini sendiri? melihat laut? Ternyata dia sedang menunggu “prelight” (maaf kalau salah ejaan, karena saya mendengarnya sekilas saja tanpa tanya ejaannya :P ). Sore itu sekitar jam 6, ketika sudah mulai gelap, hotel2 dan kapal2 yang ada di sana akan menyalakan lampu secara bersamaan dan serentak. Kadang2 juga ada fireworknya. Indah sekali katanya. Sayang sekali, jam 6 kami sudah harus di bandara karena kami harus boarding ke pesawat yang akan membawa kami ke LA.

Ketika kami nongkrong di sana, beberapa kali kami juga melihat anjing laut yang nongol bareng anaknya. Di sini karena tidak diganggu oleh manusia2 iseng, mereka enjoy aja bermain di permukaan. Kata teman kami itu, biasanya mereka sangat agresif dan suka muncul sore hari di sekitar situ. Saya Anvid tidak membawa lensa fokusnya sehingga kami tidak bisa memotretnya.

Kemudian ada orang datang menghampiri kami dari tengah laut. Dia menggunakan perahu dayung dan membawa sepeda pancal di perahunya. Rupanya teman kami mengenal dia. Kami menyapa sekedarnya dan melanjutkan mengambil beberapa foto. Orang itu ternyata baru saja dari downtown untuk mencari makan sore :) Menyenangkan juga membayangkan naik sepeda dari rumah nya ke pantai sini, kemudian membawa sepedanya dengan perahu dayung ke downtown yang lebih dekat bila lewat pantai dan kemudian naik sepeda lagi menuju restoran kesukaan di downtown sana sambil menikmati sore.

Jam 5:45 kami bergegas kembali ke bandara San Diego dan langsung ngantri di Boarding Room (setelah melewati pemeriksaan yang sama ketatnya seperti sebelumnya – melepas sepatu, dll) dan kami pun langsung terbang ke LAX (Bandara Internasional Los Angeles) untuk kembali ke Jakarta dan  saya pun segera tertidur di pesawat (capek banget sih). See u San Diego. I will miss you :)

.

Sebagian besar foto2 perjalanan ke San Diego ini saya ambil dari koleksi hasil jepretan Anvid Erdian. Dia belum punya album dan contact online yang available untuk keperluan ini, jd kalau ingin menggunakannya, silahkan email ke saya untuk saya teruskan ke dia. Thanks to Anvid untuk jepretannya yang bagus-bagus.

19 Dec 2008 Trip to USA: San Diego – Day 7

Total hari ini adalah jalan-jalan.. :)

As usual, sarapan adahal yang paling penting dibandingkan makan waktu lain cemilan. Di sebelah Motel 6 ada toko kecil yang menjual sarapan. Tidak se-memadai waktu di Woodfin memang, tapi sudah cukup untuk mengganjal perut dan mencharge energi untuk hari ini.

Karena hari ini hari libur, maka jalanan San Diego terlihat lebih lengang daripada biasanya. Menghabiskan sarapan di pinggir jalan ditambah suhu yang lumayan dingin disertai angin lebih kencang dari biasanya (ramalan cuaca hari ini akan hujan, sehingga terasa lebih lembab) cukup menyenangkan (walaupun tetap lebih enak waktu kecil sarapan ketan di pinggir jalan desa saya dulu :p).

Sebenarnya saya hari ini sudah capek sekali (karena kesulitan tidur nyenyak.. tau nih napa). Tapi berhubung nggak setiap hari di sini, sayang sekali kalau dilewatkan momen jalan2nya. Setelah sarapan, kami naik bus no. 7 tujuan Zoo dan Balboa Park.

Ternyata banyak juga penumpang bus kami yang turun di San Diego Zoo. Kebanyakan membawa anak2 mereka atau orang2 yang berhobby fotografi (terlihat dari set kamera yang mereka bawa). Kami sudah membeli tiket di toserba Quallcomm menggunakan ID teman kami yang bekerja di sana sehingga bisa mendapatkan diskon yang cukup besar.

Dari depan San Diego Zoo terlihat sangat alami dan luas dengan pintu masuk yang sempit dengan antrian yang lumayan panjang. Di paling depan ada tanaman yang dipotong membentuk gajah besar lengkap dengan tanduk buatan. Jalanan di kompleks zoo terlihat basah oleh gerimis pagi itu, membuat suasana menjadi semakin sejuk dan basah. Di depan kompleks terlihat bus untuk berkeliling dengan desain yang berkesan “taman hiburan” sekali :)

Di dalam zoo kami sempatkan melihat pertunjukan atraksi binatang yang sebenarnya tidak terlalu “atraktif” tetapi lebih bersifat “informatif”, maklum yang melakukan peragaan ahli2 binatang – bukan ahli sirkus binatang. Sempat beberapa kali hujan menjadi deras, walaupun tidak lama, dan membuat kami harus berlari-lari cari tempat berlindung. Suasana di area zoo sangat menyenangkan, apalagi banyak sekali pohon2 yang daunnya mulai menguning dan berguguran. Menginjak tumpukan guguran daun basah di aspal ternyata menyenangkan sekali. Saya memang sangat senang dengan hutan dan pepohonan, menenangkan hati menurut saya.

Di San Diego zoo, saya sempat mampir di toko2 souvenir di dalamnya. Saya membeli sweater lucu warna merah buat anak2 saya – yang setelah dipakai oleh mereka, hasilnya benar2 lucu, tampak kulit mereka yang putih menjadi merona dan semakin imut.

Kira2 jam 5 sore kami keluar dari zoo. Di San Diego jam 5 di bulan desember sudah gelap. Ketika berjalan ke depan, kami melihat papan petunjuk arah ke kanan bertuliskan “Balboa”. Oops, kami lupa kalau kami sebenarnya juga ingin ke Balboa. Balboa adalah surga fotografi, kata Anvid. Karena tidak tiap hari di sini, kami pun akhirnya memutuskan ke sana cuek seakan-akan masih siang. Kami ke Balboa melewati jalan kecil (gang tepatnya) yang melewati belakang2 hotel, gedung dan rumah2. Suasananya romantis sebenarnya, sayang saya berjalan dengan cowok :) .

Di tengah perjalanan kaki kami ke Balboa, kami melewati “art center”. Beberapa foto kami ambil di sana. Terasa suasana natal sekali di sini. Jadi rindu keluarga nih, pengen merayakan natal bersama mereka. Seharusnya bila kami sampai sana agak siang, kami bisa membeli beberapa souvenir, sayang kami terlalu terlena waktu di zoo sehingga kami harus mengejar waktu sekarang.

Setelah sebentar di Art Center, kami melanjutkan jalan kaki kami ke Balboa Park. Pertama kali melihat Balboa, kesan klasik langsung terlihat. Gedung dan ornamen2nya, kolam, jalan dan semuanya berkesan klasik dan seniman sekali.

Selama berkeliling Balboa, suasana natal yang romantis sangat terasa. Nutcracker balet show, biola, gerimis dan pohon natal (plus gambar2 Grinch – tahu “How the Grinch stoler Christmas” kan?).

Jam 7 kurang sedikit, keliling Balboa kami hentikan dan kami buru2 menuju jalan raya untuk naik bus. Kami takut ketinggalan bus terakhir, karena di sana mencari taksi bukanlah hal yang mudah. Kami melewatkan museum seni, museum ilmu pengetahuan dan banyak tempat menarik lagi di Balbo. Someday we’ll go back there :)

12 Dec 2008 Trip to USA: San Diego – Day 5 & 6

Akhirnya training Brew selesai juga. Hari ke 5 training diakhiri dengan implementasi di handset Motorola. Ternyata mudah, tidak sesulit yang saya bayangkan sebelumnya. Menyenangkan juga mengetahui aplikasi2 yang didevelop di lab training sebelumnya ternyata bisa jalan dengan lancar di handset, termasuk aplikasi2 networknya.

Hari ini adalah hari terakhir kami berada di kantor Qualcomm. Training ditutup dengan “teach back” ke trainer kami Jason. Yah, bisa dikatakan kami berpura2 jadi trainernya hari ini. Acara teach back dilakukan dari jam 9 sampai kira2 jam 12 siang. After lunch kami masih ada banyak meeting dengan orang2 dari Qualcomm lain tentang produk baru mereka yang rencana kami juga yang akan mendevelop beberapa aplikasi prototype yang berjalan di atasnya. Karena mereka sangat sibuk hari ini, karena menjelang libur panjang dan review deadline akhir tahun, maka meeting dilakukan berantai, bergantian, cepat dan to the point langsung. Kira2 jam 3 kami sudah keluar dari kantor Qualcomm dan segera pindah dari Hotel di daerah Mira Mesa ke Down Town San Diego. Btw, semua teman2 kami yang mengetahui rencana kami untuk jalan2 ke Zoo & Balboa Park besok mengingatkan tentang ramalan cuaca kalau besok akan hujan.

Jam 5 sore, suasana sudah gelap, kami check in di Motel 6 di downtown San Diego. Suasana motel sangat Amerika sekali tetapi sekilas di sini terlihat memang kelas motel ini jauh di bawah Woodfin tempat kami menginap sebelumnya. Tetapi menurut Anvid, dari semua Motel yang ada di downtown San Diego, Motel 6 mendapatkan bintang 4 untuk rating rekomendasi dari para traveller (entah di web site apa gitu).

Seaport Village diambil dari Google Earth

Seaport Village diambil dari Google Earth

Selesai mandi dan merapikan diri, kami berdua cabut ke Horton Plaza untuk cari makan. Tapi sebelum ke Horton Plaza kami sempatkan mampir lebih dahulu ke daerah Harbor atau yang lebih dikenal dengan Seaport Village. Lokasinya tidak jauh di belakang Mariott Hotel. Suasan di sana sangat menyenangkan dan terkesan hanget (meskipun suhu saat itu termasuk dingin dan berangin). Sayang saat itu sudah gelap jadi kami tidak bisa mengambil banyak gambar. Mungkin foto2 di bawah bisa menggambarkan lebih detail daripada kalimat.

Setelah jalan2 sebentar (lama juga sih sebenarnya) kami ke Horton Plaza untuk mencari makan. Seperti kemarin2, ternyata makanan yang paling cocok di sana masih Panda Express, masakanan China. Mungkin karena weekend (Jumat) hari itu Horton Plaza ramai sekali terutama oleh muda-muda. Lumayan buat cuci mata sih, habis kebanyakan cakep2 :p.

Kami sempat mampir ke toko mainan untuk membelikan anak2 hadiah mainan. Saya dititipin istri sesuatu yang bisa dipakai untuk mendekorasi kamar anak pertama saya yang cowok. Rencana saya, kamar dia akan saya konsep sporty dan mobil (pilihan saya) + winnie the pooh (pilihan istri) – susahnya jadi anak kesayangan, semuanya di-’paksa’ diberikan ke dia. Saya kemarin sudah belikan dia bola & bat baseball dan sekarang saya belikan dia ring basket + bolanya yang sudah didesain untuk dipasang di kamar. Sekarang sedang mencari poster mobil sport yang keren (prefer yang agak macho seperti Viper, Mustang, dll). Sebenarnya istri juga titip saya mencarikan flagpole (tiang bendera???)..  tapi saya tidak tahu flagpole seperti apa yang dia mau. Saya rasa bukan sekedar flagpole biasa.. masa flagpole biasa harus beli di Amerika.. duh..

Oh iya, hari ini kami bertemu seorang cewek bernama Rachel (kalau tidak salah), dia dari Israel. Dia berjualan paket belajar sulap. Dia sempat mendemokan ke kami dan kami lumayan impressed. Permainan kartu yang benar2 membuat kami merasa “kok bisa yah??” sampai membuat sebuah benda melayang di sekitar tubuh dia. Amazing sekali.. tapi maap yah rachel.. kami tidak mau beli.

Well, I will miss those guys from Qualcomm. Saya berterima kasih ke mereka semua untuk training, meeting dan terutama friendship yang luar biasa. Good night.

11 Dec 2008 Trip to USA: San Diego – Day 3 & 4

Day 3 & 4, sepenuhnya kami isi dengan trainning BREW di Qualcomm. Kami tidak bisa jalan jauh2 dari Hotel. Jujur saja, setiap pagi selalu bangun terlambat (jam 8 kurang sedikit) padahal acara training dimulai jam 9 pas. Untung lokasi hotel dan kantor Qualcomm tidak terlalu jauh sehingga bisa dicapai dalam waktu 15 menit atau kurang (kompensasi ngos2an).

Peserta training tentu saja bukan hanya kami berdua. Ada 6 orang lain yang ke-enamnya adalah karyawan Qualcomm. Mereka adalah orang2 yang berpindah divisi (sebelumnya adalah 3D Graphics atau Hardware Developer menjadi Brew Developer). Mereka rata2 tidak tinggal di daerah dekat sini, ada yang dari Portland, LA dan sebagainya.

Sepertinya trainning Brew memerlukan C++ skill sebagai dasarnya. Kalau nggak, setengah mati deh pasti ngajarinnya. Jadi bingung ntar di kantor mesti gimana bikin sessi nya karena masih sedikit yang bisa C++. Selama training, kami benar2 “berbicara” dalam C. Termasuk ketika menerangkan dan berdiskusi struktur aplikasi dan program, untung saya lumayan mengerti C++. Kebetulan teman2 kami di dalam kelas adalah progamer hardware, jadi C buat mereka hanyalah masalah kecil.

Qualcomm dan daerah Mira Mesa Blvd bisa dikatakan benar2 tempat yang nyaman untuk bekerja (terutama sebagai programmer) dan tinggal (terutama orang seperti saya). Trafficnya yang tidak terlalu padat, tenang dan kondisi lingkungan dan masyarakat sekitar yang sudah terbentuk dengan manner yang menyenangkan.. asyik deh.. Tapi di sini mobil itu mandatory. Bus ada sih, tapi paling malam hanya sampai jam 7 an malam. Taksi, harus on call dan mereka biasanya datang dari luar daerah. Saya selalu menginginkan suasana kompleks tinggal yang tenang dan cukup privasi tanpa harus ada pagar tinggi. Selain itu juga harus sedikit lebih eksklusif tanpa harus mentereng dan mewah. Yang penting lingkungan itu bisa menampilkan daerah yang dihuni oleh orang2 yang cukup berpendidikan, profesional, ber-etika, ber-attitude yang baik, terbuka dan mampu.

Beberapa kali makan di berbagai restoran, semuanya tampak bersih tanpa terlihat orang mondar-mandir membersihkan sekitar. Kebiasaan di sini adalah setelah kita selesai makan pesanan kita, maka kita harus membuangnya sendiri dan mengembalikan nampan ke tempat yang telah ditentukan. Tapi juga tidak hanya di situ saja, bila kita mengotori meja dengan remah2 maka kita juga sebaiknya mengambil tisu dan membersihkan remah2 itu. Lumayan, bisa cut cost untuk biaya kebersihan.

Menurut temannya si Anvid, orang2 daerah sini lebih terbuka dengan orang dari luar. Di Qualcomm sendiri, mayoritas pegawainya adalah orang luar (luar state maupun luar negeri). Peserta training bisa dikatakan terbagi rata jumlahnya antara bule, india, keturunan china dan tentu saja Indonesia (kami berdua). Selain itu juga sering terlihat bahwa orang2 yang berbeda itu bisa dengan bebas mengenakan atribut personal mereka tanpa perlu diganggu atau mengganggu, misalnya baju Sari untuk orang India, pakaian sexy (sangat sexy) .. sampai berbagai pakaian yang belum pernah saya lihat kecuali di Internet atau TV. Bukannya saya rasis, tapi jujur saja kerusuhan atau pertentangan SARA adalah sesuatu yang sangat saya tidak suka. Saya tidak suka dengan fanatisme, dengan arogansi golongan dan ras serta pembatasan pergaulan lainnya, selain itu saya tidak suka terlalu mencampuri urusan orang lain (juga dengan dicampuri urusan saya oleh orang lain).

Sesuatu yang luar biasa lagi di sini adalah sopan santun dalam menyetir mobil. Pejalan kaki sangat luar biasa dihargai (asal memang si pejalan kaki tidak melanggar aturan). Sering sekali saya dan Anvid harus memotong lewat depan mobil, misalnya di pintu keluar parkir atau ketika kami akan masuk ke suatu gedung di mana ada mobil lain yang juga akan masuk. Mereka akan dengan rela berhenti dan memberi kami kesempatan berjalan meskipun posisi moncong mobil mereka masih jauh dari kami. Sebenarnya ketika mereka terus pun, kami tidak akan terganggu (dalam artian sampai memperlambat jalan kami) karena tidak akan tepat berpapasan di sana. Begitu juga dalam antrian di lampu merah. Hmm.. jadi ingat mampang. Kalau mereka ke mampang, pasti mereka langsung give up ke trafficnya.

San Diego kotanya sangat dingin (meskipun tidak ada salju) tetapi jarang hujan. Saya mendengar celetukan Jason bahwa dia mengalami hujan di daerah Mira Mesa ini sekitar 2 tahun yang lalu (mudah2an gak salah dengar) dan menurut dia itu hujan yang sangat indah sekali. Waktu itu dia sedang ngobrol dengan seorang teman di kelas bernama Padmani yang tinggal di Portland, Portland selalu hujan. Hari ini lebih dingin dari biasanya, tapi untung tidak ada angin.

Btw, kelas hari ini sangat menyenangkan. Tugas2 bisa kami kerjakan dengan mudah dan cepat, bahkan tugas lab untuk besok sudah kami selesaikan hari ini sebelum keluar dari kelas. Oh iya, tahu artinya OK (alias oke) gak? joke Jason, OK ternyata kependekan dari Oll Korrect (All Correct). Rupanya itu adalah plesetan jaman dulu dalam bahasa inggris (popular disebut Guffy Language) oleh orang2 Amerika dan ternyata di terima di kamus mereka sampai sekarang.

.

Sekarang dah jam 03:00 dini hari di San Diego (lagi2 jam tubuh masih kacau dengan jadwal tidur di sini), I must go to bed. See u in other postings. Btw, saya sangat bersyukur kepada Tuhan bisa mengunjungi tempat seperti San Diego dan ikut training Brew ini.