Archive for the Category ◊ Lyrics & Poetry ◊

24 Dec 2009 Christmas Quotes

Siapa tahu anda membutuhkan beberapa Quotes for Christmas untuk ucapan selamat Natal atau apapun yang berhubungan dengan Natal kepada orang2 tercinta, berikut adalah Christmas Quotes yang saya ambil dari berbagai sumber:

Happy, happy Christmas, that can win us back to the delusions of our childish days; that can recall to the old man the pleasures of his youth; that can transport the sailor and the traveller, thousands of miles away, back to his own fire-side and his quiet home! 

It is Christmas in the heart that puts Christmas in the air

For centuries men have kept an appointment with Christmas.  Christmas means fellowship, feasting, giving and receiving, a time of good cheer, home. 

Christmas is forever, not for just one day,
for loving, sharing, giving, are not to put away
like bells and lights and tinsel, in some box upon a shelf.
The good you do for others is good you do yourself..

A Christmas candle is a lovely thing;
It makes no noise at all,
But softly gives itself away

May the spirit of Christmas bring you peace,
The gladness of Christmas give you hope,
The warmth of Christmas grant you love.

Oh! lovely voices of the sky
Which hymned the Saviour’s birth,
Are ye not singing still on high,
Ye that sang, “Peace on earth”

Gifts of time and love are surely the basic ingredients of a truly merry Christmas.

This is the message of Christmas: We are never alone.

Remember, if Christmas isn’t found in your heart, you won’t find it under a tree.

There are no strangers on Christmas Eve.

Unless we make Christmas an occasion to share our blessings, all the snow in Alaska won’t make it ‘white’

Something about an old-fashioned Christmas is hard to forget.

Christmas gift suggestions: To your enemy, forgiveness. To an opponent, tolerance. To a friend, your heart. To a customer, service. To all, charity. To every child, a good example. To yourself, respect.

Christmas is doing a little something extra for someone.

Selamat Natal :)

24 Dec 2009 It is Christmas in the heart that puts Christmas in the air

Tidak terasa malam ini sudah Christmas Eve. Kebiasaan2 lama waktu masih kecil jadi terkenang kembali. Biasanya di malam natal seperti sekarang (24 Desember, sekitar jam 6 – 7 malam) ibu saya pasti sudah ribut supaya kami segera ke Gereja. Sore harinya, bapak sudah pontang-panting cari pinjaman sepeda motor karena keluarga saya hanya punya 1 buah motor, tidak cukup untuk 5 orang kami yang bertubuh besar2. Minimal 2 motor lah. Ibu dan Bapak biasanya kebagian tugas di Gereja, Ibu bertugas untuk koor dan bapak menjadi pembaca doa umat atau panitia Misa. Tentu saja kondisi menjadi lebih sedikit rush karena Ibu dan Bapak harus berangkat lebih awal (termasuk kami meskipun kami tidak bertugas). Ibu biasanya memakai kebaya yang panjang dan ribet, plus harus disanggul sehingga susah pake helm. Bapak lebih beruntung karena memakai pakaian batik yang lebih praktis. Keribetan belum berhenti sampai situ, Desember biasanya hujan deras. Bayangkan bagaimana susah nya mereka melewati hujan deras menggunakan motor dan ibu harus berpakaian seperti itu. He he he…

Semua perjuangan itu selalu tidak pernah sia2. Semua orang di bisa mengikuti Misa dengan khidmat dan semarak. Suasana Natal begitu terasa dan merasuk dalam hati kami semua.

Setelah Misa kami selalu ditraktir makan malam di restoran yang terkenal di kota kecil kami. Tidak terlalu mewah, tapi penuh kemesraan dan kasih sayang. Tidak peduli hujan atau apapun, kami terus menikmati Natal kami.

Sekarang saya sudah memiliki keluarga lagi di mana saya yang menjadi bapak. Saya belum sehebat orang tua saya yang bisa membuat suasana Natal selalu spesial buat anak2nya. Tapi saya akan selalu berusaha. I miss you, Mom & Dad. Merry Christmas to you.

To all of you and me:

May the spirit of Christmas bring you peace,
The gladness of Christmas give you hope,
The warmth of Christmas grant you love.

11 Aug 2009 SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

—————————————————————————–

* Saya posting di sini karena masih saja ada orang yang tidak tahu teks SOEMPAH PEMOEDA. Memalukan!
Source: www.sumpahpemuda.org

09 Oct 2008 Pita Kuning

Pada tahun 1971 surat kabar New York Post menulis kisah nyata tentang seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak,,Georgia, Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, lalu memukuli anak dan isterinya.

Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya, lalu dia naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang baru. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru. Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Sex, gambling, drug. Dia menikmati semuanya. Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kekurangan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan
menghukum dia tiga tahun penjara.

Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai merindukan rumahnya. Dia merindukan istrinya. Dia rindu keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia. Bahwa dia masih mencintai isteri dan anak-anaknya. Dia berharap dia masih boleh kembali. Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh
karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti. Aku tidak akan turun dari bis, dan akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak-anak seumur hidupku.”

Akhirnya hari pelepasannya tiba. Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak.
Dia sangat sangat gugup. Seisi bis mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu, “Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan. ..kita mesti lihat apa yang akan terjadi…” Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetes di matanya… Dia tidak melihat sehelai pita kuning… Tidak ada sehelai pita kuning…. Tidak ada sehelai….. . Melainkan ada seratus helai pita-pita kuning….bergantun gan di pohon beringin itu…Ooh… seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning…!!! !!!!!!!!!

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, “Tie a Yellow Ribbon
Around the Old Oak Tree”, dan ketika album ini di-rilis pada bulan Februari 1973, langsung menjadi hits pada bulan April 1973. Sebuah lagu yang manis, namun mungkin masih jauh lebih manis jika kita bisa melakukan apa yang ditorehkan lagu tersebut,…

Dicontek dari kaskus.us