Archive for the Category ◊ Trip to Korea ◊

21 Oct 2010 Trip to Korea – Time to go home

Akhirnya selesai sudah acara saya di Korea dan saya harus pulang :) I had great moments with all my colleagues and friends there. Pengalaman waktu kedatangan dengan biaya taksi yang luar biasa mahal, kali ini dari hotel saya naik Bus. Ternyata tiket bus bisa saya
beli di resepsionis hotel dan tidak mahal dengan jadwal yang tepat sekali.

Beberapa tips untuk anda yang akan ke Korea Selatan, terutama Seoul dan New Comer seperti saya:
1. Jangan lupa siapkan uang Korean Won anda yang cukup sebelum meninggalkan bandara di Korea. Setahu saya – yang belum tahu banyak  sebenarnya – Money Changer hanya saya dapati di airport (Incheon) saja, di luar itu sepertinya sulit. Di airport Incheon, ada satu money changer di dekat pintu keluar setelah pengambilan luggage.

2. Sebagai back up, sebaiknya anda juga menyimpam US Dollar. Mata uang Amerika ini lumayan diterima di banyak tempat, tetapi saya rasa akan rugi sedikit untuk selisih kurs.

3. Apabila anda memiliki Korean Won yang pas-pasan, dan ternyata harus membeli oleh2 yang cukup tentu saja kartu kredit bisa membantu. Tetapi kalau anda seperti saya yang sangat ketat dalam pemakaian kartu kredit, anda bisa membeli oleh-oleh di airport dengan menggunakan US Dollar. Bahkan ada satu store yang menerima Rupiah :)

4. Apabila anda ingin menyetir mobil sendiri di sana, biasakan dengan setir sisi kiri dan waspadalah karena kebanyakan rambu lalu
lintas di tulis dalam Bahasa Korea.

5. Saya merasa bahwa Bahasa Inggris adalah bahasa yang agak sulit di sana. Jadi untuk bertanya arah atau bertanya tentang menu makanan di restoran dalam bahasa inggris bisa menjadi hal yang sangat menyulitkan. Kalau anda terpaksa bertanya, misalnya tentang arah jalan,  sekedar tips ringan, carilah orang yang terlihat sebagai karyawan kantor. Biasanya mereka memiliki kemampuan bahasa inggris lebih baik dari orang lain. Kalau anda beruntung anda bisa bertemu dengan karyawan yang memang sudah terbiasa melakukan perjalanan business ke luar negeri sehingga bahasa inggris bukan sesuatu yang sulit bagi dia.

6. Ada beberapa perusahaan IT, seperti Samsung, yang akan memeriksa semua data storage anda ketika anda akan meninggalkan gedung kantor mereka. Jadi sebaiknya sebelum ke sana dan tidak ada rencana meng-copy anda membawa data digital, sebaiknya tinggalkan semua storage data digital anda di hotel atau bawa storage dengan kapasitas kecil daripada lama menunggu mereka memeriksa storage anda.

7. Salah seorang teman dari Guam ingin mengunjungi suatu tempat di perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara untuk sekedar berfoto. Saya tidak tahu apa kelebihan lokasi itu tetapi menurut dia tempat itu sangat popular untuk dikunjungi dan berfoto. Kalau anda tertarik mungkin anda bisa googling tentang lokasi ini. Maaf, tidak bisa bercerita banyak karena jadwal saya yang penuh, jadi tidak bisa berfoto di sana.

Selamat mengunjungi Korea Selatan :)

19 Oct 2010 Trip to Korea – Kampai!!

Hari pertama dan kedua di Korea saya benar2 dipenuhi dengan meeting sampai larut. Meeting yang sangat menyenangkan dan berpotensi untuk mendapatkan business yang bagus tentu saja. Saya bertemu dengan berbagai orang dari berbagai negara. Memang meeting ini adalah sync berbagai perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi untuk perusahaan2 subsidiary dari perusahaan saya yang tersebar di berbagai negara.

Office Sightseeing

Office Sightseeing

Jarak antara Hotel dan Kantor tidak terlalu jauh, hanya 15 menit menggunakan taxi. Saya tinggal di Hotel Lotte City Hotel Mapo. Saya personally merekomendasikan hotel ini untuk anda jika anda ke Seoul

Peserta meeting mulai dari Korea sendiri, Jepang, Guam, Mongolia, Malaysia, Rusia dan Indonesia (saya dan teman saya Vera). Meeting yang sangat luar biasa. Saya sendiri di hari kedua berkesempatan menyampaikan presentasi tentang produk andalan dari perusahaan saya di Indonesia yang ternyata membuat banyak orang terkesima. Bangga juga ketika banyak sekali yang menyatakan salut dan luar biasa terhadap presentasi saya. Bahkan teman seperjalanan saya yang sudah mengenal produk ini – Vera – secara pribadi menyatakan sangat IMPRESSED dengan performance saya di meeting tersebut. Sungguh pujian yang membuat saya malu dan agak blushing :p Thank God everything runs well.

Sepertinya sudah adat dan tradisi di sini, setiap malam selesai meeting kami diajak dinner dengan menu2 tradisional Korea yang sangat luar biasa (enak, eksotis dan kadang2 sedikit membuat kami merinding) dan dilanjutkan dengan minum rame2.

Me and An

Malam ini kami diajak dinner dengan menu berbagai seafood yang menurut saya mirip Steam Boat cara memasaknya. Nah, yang unik adalah mereka menyajikan menu gurita yang masih bergerak2 untuk langsung disantap. Saya sebenarnya sudah mencatat nama menunya, tetapi karena malam ini saya terlalu lelah untuk mencari di mana catatan itu. Untuk memakannya anda tidak boleh lupa untuk mengoleskannya terlebih dahulu ke minyak dengan ramuan kaldu dan rempah2 tertentu supaya tentakelnya tidak menempel di lidah anda. Memang setelah saya coba, tanpa minyak saya potong tentakel kecil saja dan menempelkannya ke sendok perak, luar biasa erat menempelnya. Saya bayangakan kalau itu menempel di lidah atau tenggorokan saya, pasti mengerikan. Tetapi saran saya anda harus mencobanya karena rasanya bisa dikatakan sangat enak. Saya suka sensasi memakannya dan rasanya.

Selama makan tiada hentinya Soju (minuman sake tradisional Korea dengan alkohol yang cukup tinggi) dan Beer mengalir deras. Buat anda yang tidak terbiasa dengan alkohol sebaiknya meminumnya secara bertahap atau anda akan sangat mabuk sebelum acara selesai. Hampir setiap 10 menit selalu saja ada alasan untuk melakukan kampai atau toast di mana setiap selesai kami harus meminum soju di gelas kami sampai habis kering. Jadi otomatis kami terbawa untuk minum cukup banyak. Saya minta maaf kalau mungkin kebiasaan ini berseberangan dengan agama atau adat istiadat anda, bukan bermaksud untuk mempengaruhi tentu saja.

Ana, Me and Mikhail

Ana, Me and Mikhail

Setelah selesai biasanya kami berpindah ke tempat nongkrong terbuka di sekitar jalan di dekat gedung perkantoran kami. Suasananya sangat nyaman untuk nongkrong dan ngobrol. Sangat santai dan sejuk (suhu waktu itu cukup dingin, berkisar 7 sampai 10 derajat celcius). Biasanya kami melakukannya sampai pagi sekitar jam 2 atau 3 dini hari. Di acara ini lah saya bisa mengenal secara dekat partner2 bisnis saya. Mereka semua adalah orang2 yang luar biasa.

Me and Vera

Me and Vera

18 Oct 2010 Trip to Korea – Airport Taxi

Perjalanan ke Seoul sebenarnya bisa dikatakan sangat lancar. Everything is on schedule, mulai dari pesawat, kedatangan teman saya yang saya pikir dia bakal terlambat dan rush di bandara sampai dengan landing pesawat di bandara Incheon Seoul Korea Selatan. Semuanya berjalan dengan sangat lancar dan mulus tanpa halangan yang berarti.

Ketika sampai bandara Incheon, saya mulai mengaktifkan handphone saya. Saya menggunakan operator XL di Indonesia dan sebelum keberangkatan ke sini saya sudah ke gerai XL untuk mengaktifkan roaming internasional voice, sms dan tentu saja blackberry saya. Tetapi ternyata tidak tahu kenapa sampai sini hanya aktif untuk voice dan sms saja, sedangkan untuk blackberry tidak bisa online di BIS sama sekali. Untunglah saya sering berada di lokasi dengan ketersediaan WIFI yang cukup sehingga saya tetap bisa online ngobrol bareng teman2 kantor via BBM (Blackberry Messenger).

Setelah menghubungi director operational kantor saya, ternyata pagi ini juga saya harus langsung ke lokasi meeting, sedangkan saya baru saja sampai Incheon sekitar jam 7 pagi, tentu saja dengan dress yang tidak formal (walaupun saya memang jarang memakai pakaian formal, selalu cenderung casual). Akhirnya saya tanpa mandi, hanya gosok gigi, kumur dengan listerine, parfum yang cukup dan deodorant saya berganti baju yang memang sudah saya siapkan untuk meeting hari ini (casual semi formal, pilihan istri saya).

Setelah saya dan vera (rekan kantor saya dalam perjalanan ke korea ini) sudah siap, kamipun mencari taxi. Salah satu tips penting di sini adalah jarang sekali sopir taxi di sini dan kebanyakan orang lainnya kurang memiliki kemampuan berbicara dalam bahasa inggris. Jadi anda harus persiapkan semuanya seperti yang saya lakukan, yaitu print lokasi tujuan dan tunjukkan ke dia dan kemudian saya call teman bisnis dari korea untuk memberitahu sopir taxi menggunakan bahasa korea (kebetulan menurut teman saya itu, lokasi pertemuan kami agak susah untuk ditemukan).

Anda jangan kaget seperti saya lain kali kalau menggunakan taxi bandara incheon. Tarifnya lumayan mahal. Saya dari airport menuju daerah darong-gu (saya lupa tepatnya, nanti akan saya update kalau ingat) kena Rp. 98.000 won korea atau sekitar Rp. 876.855.000,-. Fiuuhhh taxi termahal yang pernah saya naiki untuk jarak segitu. Hampir satu juta rupiah. Please consider untuk menggunakan bus dan ternyata (katanya) tidak sulit – sstt, boss saya ternyata juga menggunakan bus karena tahu taxi sebegitu mahalnya :)

Saya sendiri belum tahu tentang tips menggunakan bus atau subway di korea. Tetapi nanti pulangnya ke Jakarta dari Hotel ke Airport saya akan menggunakan bus saja.

15 Oct 2010 Trip ke Korea – Visa

Hari minggu ini saya ditugaskan kantor ke Korea untuk menyampaikan beberapa presentasi tentang produk unggulan dari perusahaan. Bangga juga mendapatkan kepercayaan itu walaupun lumayan repot ngurus tetek bengeknya, plus pemberitahuannya cukup mendadak.

Seperti perjalanan keluar negeri lainnya, pertama kali yang membuat saya capek adalah mengurus visanya. Begitu saya diberitahu, langsung saya googling tentang syarat2 dokumen untuk mengurus visa Korea saya. Dan seperti visa2 sebelumnya yang membuat saya bete adalah syarat print out 3 bulan tabungan saya. Bukan masalah saldo atau apapun, tetapi rekening saya di BCA yang saya buat di kota saya sebelumnya, yaitu Surabaya. Jadi kalau harus cetak GTU BCA saya harus mencetaknya di rekening tempat saya buka, alias di Surabaya. Mana cukup waktunya. Heran deh BCA, kenapa sih tidak online saja.

Dengan sedikit putus asa (kalau gak dapat visanya ya sudah), akhirnya saya hanya mencetak transaksi tabungan Bank Panin saya yang sebenarnya rekening itu saya pakai untuk membayar cicilan rumah. Waktu saya cetak, saldo nya hanya tersisa Rp. 2.650.221,- saja. He he he, kalau saldo jadi salah satu parameter kelolosan visa, maka jelas saldo saya jauh di bawah syarat minimal (meskipun saya tidak tahu berapa syarat minimalnya). Dan saldo terbanyak di rekening saya itu tidak pernah menyentuh Rp. 7 juta rupiah, karena memang itu rekening cuma buat transfer bayar rumah saja. Pasrah deh pokoknya.

Yang membuat sedikit optimis adalah saya mendapatkan undangan dari sebuah perusahaan yang cukup besar. Perusahaan ini berasal dari Jepang sebenarnya tetapi juga memiliki share di perusahaan saya, dan perusahaan ini pula yang mengadakan event Mobile Technology Summit di Seoul ini. Mengingat timelinenya yang mepet, saya dibantu sekretaris kantor yang sangat murah hati dan baik banget, segera menghubungi direktur operasional perusahaan tersebut untuk dibuatkan undangan. Thank God, tidak lama surat itu sudah datang yang berisi nama perusahaan dan PIC yang bertanggungjawab sekaligus sebuah Hotel bintang 5 yang sudah dipersiapkan oleh perusahaan itu untuk saya.

Dalam 3 hari, semua syarat visa Korea telah lengkap, yaitu:

  • Passport Asli.
  • Surat Sponsor (sebaiknya ada nih yang terbukti mempermudah banget).
  • Foto berwarna 4×6, 2 lembar.
  • Surat Referensi Bank (saya tidak ada dokumen ini).
  • Foto kopi kartu keluarga, akte kelahiran, akte nikah, NPWP dan rekening koran 3 bulan terakhir.
  • Untuk kunjungan business, disertakan juga surat undangan dan schedule yang dilegalisir.

Biayanya sekitar Rp. 470.000,- dan bisa berubah tanpa pemberitahuan lebih dahulu. Lama pembuatan 3 – 5 hari kerja.

*By the way, blog ini bukan situs resmi tentang pembuatan visa korea tetapi hanya berbagi pengalaman saya saja.

Waktu saya dan teman seperjalanan saya sudah siap untuk datang ke kedutaan ternyata ada berita yang menyenangkan dari sekretaris perusahaan yang mengatakan bahwa pengurusan visa akan dibantu oleh perusahaan menggunakan agent. Fiuhh, syukurlah. Apalagi waktu itu sedang high load banget dengan project2 lainnya.

Begitulah, saya hanya datang untuk tanda tangan dan menunggu. Dalam waktu 3 hari, hari ini visa korea sudah di tangan. Hari minggu besok saya off to Korea :)

I am coming Seoul. Gimana yah cewek2 Korea? cakep gak yah? :p