Sebenarnya ini bukan suatu trip khusus ke China, tapi cuma sekedar ke down town Beijing selagi nunggu pesawat yg akan mengantar saya ke singapore malam ini. Siapa tahu berguna buat anda yg terjebak transit lumayan lama di Beijing. Yupe, saya sedang transit pesawat yang membawa saya pulang dari Mongolia menuju Singapura di Beijing Capital International Airport (BCIA)
Karena ide ke downtown ini terlintas mendadak maka dengan sedikit rush (baca: tabrak sana tabrak sini) saya minta visa sementara yg berlaku harian ke petugas imigrasi China. Saat ini kami tidak punya persiapan khusus, terutama tentang tujuan pasti di downtown Beijing nanti. Jadi saya perlu peta untuk memutuskan mau kemananya.
Berpindah dari Beijing Tourism Information satu ke yang lainnya di dalam gedung terminal 3, tapi tidak ada satupun yg punya peta Beijing. Agak ironis di airport sebesar BCIA ini. Untungnya ada satu petugas yg menunjukkan kepada kami, satu tourism information center di sisi luar yg mempunyai peta yg saya cari itu.
Begitu mendapatkan peta, yang langsung terlihat nama tempat yang layak untuk dijadikan sasaran kunjungan mendadak ini adalah Monumen Tian’anmen dan Forbidden City. Kebetulan di Tourist and Traffic Map Of Urban Beijing yang saya dapat, di sisi atas (utara) dari Forbiden City ada Imperial Food Restaurant. Kebetulan sudah sangat lapar saat itu
Sebenarnya di luar 2 tempat di atas, masih banyak tempat lain yang bisa anda kunjungi dengan akses menggunakan kendaraan umum yang sangat mudah. Tetapi karena total waktu saya untuk transit hanya 8 jam-an, maka saya putuskan untuk saat ini hanya mengunjungi 2 lokasi itu saja.
Untuk menuju Tian’anmen dan Forbidden City, dari terminal 3 BCIA, saya menggunakan bus airport shuttle dengan tujuan Xidan. Dari Xidan nanti hanya perlu jalan kaki yang kira2 waktu itu saya tempuh dalam waktu 20 menitan. Dari Airport ke Xidan sendiri untuk traffic yang ramai tapi lancar memerlukan waktu kurang lebih 1 jam saja. Saya agak beruntung waktu itu karena cuaca sangat nyaman, suhu di kisaran 10 – 15 derajat celcius dan matahari tidak terik tetapi langit sangat cerah.
Pesawat saya ke Singapura akan boarding jam 11:45 malam ini, jadi saya perkirakan jam 08:00 malam ini saya sudah harus jalan dari xidan menggunakan bus Airport Shuttle. Petugas counter check in SQ (Singapore Airlines) yang saya tumpangi juga menganjurkan yang sama, karena traffic di Beijing kadang2 suka sangat padat.
Singkat kata saya sudah sampai ke Tian’anmen. Di sore hari yang bukan weekend, lapangan dan sekitarnya bisa dikatakan sangat ramai. Saya tidak tahu apakah mereka sedang demo atau tidak saat itu, tetapi yang jelas banyak sekali orang yang berkumpul di sana saat itu.
Tian’anmen Square mengingatkan saya akan Tank-man. Seorang demonstran yang berani menghadang sederetan tank yang mau mengusir demonstran di sekitar Tian’anmen Square pada tahun 1989. Lokasi incident ini sendiri berada di koordinat 39°54’23.5”N 116°23’59.8”E. Silahkan simpan di GPS dan ambil foto di sana kalau anda suka
Sayang karena terburu-buru dan sudah terlalu sore kami tidak bisa masuk ke Forbidden City, loket masuk sudah tutup. Mudah2an next visit ke Beijing saya bisa melihatnya dan mengambil beberapa gambar di sana.
Sekitar jam 7:30, setelah foto sana dan sini, say hi ke beberapa orang yang kami temui (terutama para wanita cantiknya :p) kamipun kembali ke tempat Airport Shuttle Bus menurunkan kami dari Airport. Ternyata lokasi menaikkan penumpang dari Xidan menuju Airport (BCIA) berbeda dengan lokasi kami turun. Jadi jangan sampai kecele. Lokasi di Xidan berupa sebuah pool shuttle bus yang berada di dekat Beijing Books Building.
Sebenarnya utk ke arah airport saya ingin mencoba melalui kereta subway beijing. Tetapi teman saya tidak berani ambil resiko terlambat karena nyasar. Padahal menurut saya, peta subway jauh lebih jelas dan pasti, termasuk penamaan stasiun pemberhentiannya. Tidak seperti bis yg bisa tidak konsisten. Walaupun, kadang jg ragu2 apakah semua stasiun pemberhentiannya akan diberi nama menggunakan huruf latin selain china.
Jangan lupa, kalau tujuan anda ke singapore atau jakarta, anda menuju ke terminal 3 BCIA. Kalaupun salah turun di terminal 1 atau 2, anda bisa ambil shuttle bus ke terminal 3 BCIA tanpa bayar. Have a nice trip, happy visiting Beijing.






Comments