Today, bangun siang habis2an. Bangun kira2 jam 2:30 pm. Dibangunin Anvid karena kami janjian mau jalan2 muter2 cari lokasi2 strategis tujuan kami besok, antara lain Qualcomm di Morehouse Drive, McKellar Court, super market (gak bawa sisir nih.. :p), tempat makan yang standar (dengan harga agak miring tapi banyak.. walah, anak kos banget nih) dan tempat2 menarik. Rupanya di San Diego daerah kami menginap tidak terlalu banyak tempat hiburan dan senang2. Jadi untuk hiburan kami mesti ke down town San Diego.
Jam 3:30 pm, kami langsung cabut berencana mencari makan di luar. Suhu di luar waktu itu berkisar di 15 derajat celcius. Lumayan dingin, tetapi semakin membuat kami bersemangat dalam kelaparan untuk jalan2 di tempat baru ini. Setelah puter sana puter sini, ternyata hari minggu banyak toko yang tutup di sore hari.
Setelah beberapa lama, ditambah kondisi langit yang mulai gelap dan mendung kami memutuskan balik ke Hotel. Saya harus makan.. Saya harus makan .. Saya harus makan .. begitulah kira2 suara yang berdengung di kepala hasil terjemahan sinyal2 syaraf dari perut ke otak saya. Akhirnya sampai di restoran hotel, kami dilayani Jon (saya baca di tag name dia), si bartender yang baik hati dan murah senyum. Ternyata jam segitu sudah masuk dinner. “I haven’t had breakfast yet, and you offer me dinner..” gerutu saya. Si Jon hanya tertawa dan kami mulai ngobrol tentang betapa capeknya saya sampai bangun kesorean (bukan kesiangan lagi).
Saya memesan 1 Lime-Chix Quesadilla dan 2 buah Coke pake refill (1 coke untuk Anvid dan Anvid tidak makan). Lumayan murah, hanya US$ 16.16. Porsinya sangat banyak, jadi mesti dibantu Anvid untuk menghabiskannya. Chix Quesadilla + 2 gelas besar coke membuat saya lumayan merasa kekenyangan.
Kami melanjutkan acara mencari jalan lagi. Tetapi kami merasa sudah tahu jalan2 menuju area “pekerjaan” kami, jadi kami tidak mencarinya. Kami mencari food court, super market dan atau mall. Kami lebih senang ke Plaza Sorrento daripada Mira Sorrento Plaza karena Plaza Sorrento lebih jauh
. Jarak yang kami tempuh kurang lebih 3 – 4 km (meskipun menurut GPS adalah 4,22 km). Kami berjalan kaki karena tidak ada taxi dan bus (meskipun ada tempat pemberhentian bus), mungkin karena schedulenya memang saat itu tidak ada bus. Kami sudah siap dengan kondisi itu, hampir semua orang yang kami tanya mengenai daerah itu selalu mengatakan bahwa bus atau taxi susah didapat, dianjurkan menyewa mobil. Sempat Anvid bercerita bahwa kemarin dia sempat berjalan-jalan melihat sekitar ketika saya tertidur. Dia sempat mendengar suara berderik dan suara bergeser di tanaman2 perdu di pinggir trotoar jalan. Dia merasa itu pasti ular.. Damn.. ngeri saya mendengarnya. Saya tidak tahu apakah di sini daerah ber-ular atau bukan, tapi saya sering dengar tentang ular Derik yang sangat berbisa. Apa sebaiknya saya benar2 sewa mobil yah ..
Kami juga sempat diteriakin oleh salah satu pengemudi yang baik hati karena syall saya terjatuh sewaktu menyeberang. Si pengemudi datang dengan mobil ber-cc besarnya yang menderu, kemudian meng-klakson berkali-kali. Saya penasaran ada apa, jadi saya mendekat. Si bule membuka jendela sebelah kanan dan berteriak “On the ground..”. Wiks.. kayak di film kalau di todong pak pulisi suruh tiarap gitu. Tapi dia kan gak lagi nodong, jadi saya rasa saya gak disuruh tiarap..
Setelah saya lihat di tempat penyeberangan, ternyata syall saya jatuh. “Thank you.. ” jawab saya sok manis.
Di Plaza Sorrento kami berhenti untuk minum kopi – sebenarnya hanya Anvid yang minum kopi, saya setelah makan Chix Qusadilla itu merasa ada yang salah dengan perut, adaptasi sepertinya, jadi saya tidak makan dan minum dulu. Kira2 1 jam kami ngobrol sambil (Anvid) menikmati kopinya dan potret sana potret sini. Sebelum kami pulang ke hotel, kami mampir ke KFC untuk membeli bekal makan malam kami. Lumayan besar porsi yang kami beli hari itu (KFC Big Box Meal). 1 porsi cukup buat 2 orang (tepatnya 1,5 orang.. karena saya sudah kenyang dengan makan sore saya). Selain itu kami juga membeli 1 drum… ehm.. tepatnya 1 jerigen (jerigennya gemuk tapi pendek, mirip drum dengan pegangan) susu. Stok yang cukup buat semalam
Sekedar tips, kalau kita mau menyeberang jalan, meskipun sudah memencet tombol lampu penyeberangan, pastikan melangkah dengan cukup cepat. 3- 4 tps (sTeps Per Seconds) tidak cukup untuk sampai ke seberang sebelum lampu tanda merah larang menyeberang menyala, apalagi kalau menyeberangi jalan yang lumayan lebar seperti Mira Mesa Boulevard.
Selain itu, kalau ke sini di bulan Desember awal seperti saya selalu siapkan double sweater untuk dipakai jalan. Mungkin jaket juga bisa, tapi terkesan terlalu serius. Saya (mendapatkan tips dari istri tersayang) menggunakan 1 kaos dalam, 1 kaos biasa, 1 sweater berkain halus dan 1 sweater berkain kasar (urutan dari dalam keluar). Untuk celana saya rasa jeans saja cukup. Will be nice kalau ada syall buat menutupi leher yang gampang merasa dingin.
Tentang hotel Woodfin Suites, bisa saya kasih rating 4 antara 1 – 5. Bentar.. 3,5 deh kayaknya.. karena hotelnya lumayan murah dengan service yang cukup OK. Internet broadband yang dicharge daily, restoran yang lumayan bagus, room yang nyaman, dan lain2 (kalau mengingat pengalaman burukdengan hotel di Singapura waktu ikut Communicasia kemarin.. ini sih jauh lebih baik banget). Boleh dicoba kalau kesini.
.
.
.
.
Good night.







Wednesday, 10. December 2008
Pak, kejadian F/A-18 jatuh itu dekat hotel/tempat training ngga?
Wednesday, 10. December 2008
Kayaknya deket di.. waktu itu juga denger ada deru pesawat tempur lagi rendah banget gitu, karena lagi jalan2 keliling kantor Qualcomm ama orang Qualcomm. Tapi gak tahu itu pesawat yang sama apa nggak dan di sebelah mana tepatnya.