Barusan beberapa puluh menit yang lalu ngobrol ama dijedodol yang sedang berlibur di kampung halamannya – Bali – sana. Saya minta dia memotret sana sini di Bali sana, memberikan beberapa komentar dan sepatah dua patah kata kemudian menampilkannya di Blog nya. Kalau bisa “sesuatu” itu harus “aneh” dan “unik”, dasar yang ngobrol cowok, entah gimana critanya, aneh itu menjurus kepada ketelanjangan padahal tidak ada maksud itu.
Eh, ternyata dia belum punya blog. Bingung mau membuat blog macam apa, katanya. Memang membuat blog pada awalnya tidak selalu mudah karena kita selalu ingin membuat blog yang “niche”. Memiliki segmen market tersendiri. Bahkan kalau bisa blog itu harus “aneh” (baca: unik) sehingga bisa memikat dan menimbulkan kesan bagi yang sudah mampir.
Menurut saya yang belum pakar ini, membuat blog itu mudah. Tinggal register di wordpress.com atau blogspot.com atau di manapun juga. Nah, yang susah itu kan ngisinya. Bukan teknis posting dokumen atau foto/gambar2 pendukung, tapi lebih ke content yang akan disajikan. Sempat membaca beberapa blog2 orang hebat di luar sana, tapi saya merasa ada yang kurang cocok dan kurang pas. Ada yang terlalu serius sehingga pasti menghabiskan waktu untuk menulisnya. Ada yang terlalu santai sampai gak jelas apa maksudnya, dan bahkan ada blog yang mirror aja, alias copy & paste dari situs lain. Tidak penting yang mana yang mau dibuat, yang penting rambu2 etika (entah apa aja itu) tidak ditabrak – misalnya kalau nyontek ya mbok sourcenya dicantumkan. Buat sesuka kita saja, toh belum tentu ada yang baca
Yang terpenting dalam membuat blog adalah selalu konsisten untuk mengupdate. Pernah mengalami orang lain ngamuk2 gak setuju ama blog kita? saya pernah. Itu tidak masalah. Biasa dong, orang berbeda punya konsep pemikiran dan pendapat yang berbeda.
Supaya traffic blog tinggi? nah untuk ini perlu tips yang bisa dicari di Internet. Bisa menggunakan SEO sampai meninggalkan comment2 di blog2 orang lain. Buat saya belum terlalu penting masalah traffic ini, karena blog ini saya tulis sebagai tempat menulis uneg2 saya saja – sekaligus belajar menulis. Siapapun boleh datang dan pergi.

Beginilah kalau memutuskan berlibur tetapi PR dari kantor masih ada dan harus diselesaikan segera karena urusan tenggat.



Comments